Budi satria
Medan Bisnis - Medan
Muspida Nusa tenggara Timur (NTT) atas nama masyrakat NTT menyerahkan bantuan mobil tangki air untuk korban tsunami Nias dan Naggroe Aceh Darussalam (NAD). Penyerahan bantuan dilaksanakan di aula Kamtibmas Mapoldasu, Rabu (30/3).
Kapolda NTT Brigjen Pol. Edward Aritonang saat menyerahkan bantuan itu mengatakan, bantuan yang diberikan itu merupakan wujud solidaritas sesama rakyat Indonesia yang turut merasakan penderitaan yang dialami masyarakat Nias dan NAD.
Atas nama masyarakat dan Muspida NTT, Edward Aritonang juga mneyatakan rasa duka cita yang dalam dan merasa perihatin dengan bencana yang dialami warga Nias dan NAD. Termasuk dengan adanya gempa yang terjadi Senin (28/3) malam dan kembali melanda Nias. “Dengan segala keterbatasan yang ada, atas instruksi gubernur NTT, masyarakat NTT berusaha mengumpulkan bantuan di sejumlah posko di Kupang untuk mengurangi beban derita masyarakat Nias dan NAD” ujarnya.
Dikatakan, setelah mengikuti rombongan Kapolri ke Nias dan NAD, dirasakan masyarakat yang terkena musibah bencana tsunami itu memiliki kebutuhan dasar yakni kebutuhan air bersih. Karena itu, dana yang terkumpul dari masyarakat NTT dibelikan dua unit mobil colt diesel 120 PS untuk selanjutnya dimodifikasi menjadi mobil tangki air berkapasitas 500 liter. Sehingga diharapkan, kedua mobil itu dapat membantu operasional pasokan air bersih kepada masyarakat yang terkena musibah.
Berdasarkan korrdinasi Muspida NTT, bantuan mobil itu diserahkan melalui Poldasu. Sebab dinilai, Poldasu selain memiliki personil yang memadai dan terlatih, juga memiliki jaingan yang terkoordinir baik dan menguasai iventarisir data daerah yang terkena musibah. “Dari aspek kerawanan daerah, kita masih dihadapkan dengan berbagai macam kejadian, di NAD terutamanya. Sehingga perlu suatu instansi yang bisa menyalurkannya nanti di-beckup aparat keamanan”.
Selain kedua pertimbangan itu, dinilai Poldasu dan Polda NAD memiliki personil terlatih untuk mengoprasionalkan dan jaringan perawatan dan sebagainya. Atas kesediaan Poldasu dan Polda NAD dalam hal pendistribusian bantuan itu, Edward Aritonang mengucapkan terima kasih dan tetap berharap bantuan itu dapat memberikan manfaat.
Empat Kali Gempa
Lebih jauh dikatakan, kedatangan rombongan Muspida NTT itu ke Sumut juga dalam kaitan belajar dalam hal penanggulangan bencana. Sebab NTT juga merupakan daerah rawan gempa yang setiap tahunnya bisa terjadi gempa minimal empat kali.
“Kami mencoba belajar di sini, bagaimana mekanisme penanganan bencana alam, penanganan bantuan-bantuan, dan kordinasi dengan luar negeri. Yang akhirnya bisa dimanfaatkan untuk lebih menciptakan suatu mekanisme dalam penaganan bencana alam yang bersifat massal”. Pada kesempatan sama, di hadapan sejumlah pejabat teras Poldasu, Ketua DPRD NTT Mell Adoe, Kepala Pengadilan Tinggi NTT Doris A Taud, dan Kadis Sosial NTT Frans, Wakapoldasu Brigjen Pol. H. Rubani Pranoto mengatakan, bantuan masyarakat NTT itu membuktikan ikatan persatuan sesama masyarakat Indonesia tetap terjalin utuh.
Karena itu, diucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan mendoakan agar yang diberikan mendapat imbalan berlipat dari Tuhan. Sebagai tindak lanjut, karena bantuan itu merupakan amanah yang harus segera disampaikan, pada Rabu siang itu juga mobil tangki air itu segera diberangkatkan ke Nias. Terlebih saat ini masyarakat Nias sangat membutuhkan pasokan air bersih. Wakapolda berharap, musibah yang terjadi akan semakin meningkatka keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa.
Menyahuti keinginan Muspida NTT yang ingin melakukan studi banding penanganan bencana alam, Wakapoldasu menyambut baik hal tersebut. Terlebih, Wakapoldasu Brigjen Pol. Rubani Pranoto sendiri beritindak selaku wakil ketua dalam hal penanganan bencana tsunami di Nias.
Acara penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan berita acara. Kemudian dilanjutkan dengan meninjau kedua mobil tangki air yang diparkir persis di depan aula tersebut. Usai pertemuan itu, direncanakan rombongan Muspida NTT itu akan melanjutkan kunjungan ke NAD.